Pengertian Manajemen Strategi
Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan.
Menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.
Sedangkan pengertian manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.
Dari pengertian-pengertian yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa manajemen stratejik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak (bersama-sama) kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsure-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. Disamping itu pengertian manajemen strategik yang telah sebutkan terakhir dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1. Manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis (Renstra) yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.
2. Renstra berorientasi pada jangkauan masa depan.
3. Visi, misi, pemilihan strategi yang menghasilkan strategi induk, dan tujuan strategi organisasi untuk jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategi, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak secara tertulis semua acuan tersebut terdapat didalamnya.
4. Renstra dijabarkan menjadi rencana operasional yang antara lain berisi program-program operasional termasuk proyek-proyek, dengan sasaran jangka sedang masing-masing juga sebagai keputusan manajemen puncak.
5. Penetapan renstra dan rencana operasi harus melibatkan manajemen puncak karena sifatnya sangat mendasar/prinsipil dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi, untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi jangka sedang termasuk panjangnya.
6. Pengimplementasian strategi dalam program-program termasuk proyek-proyek untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui fungsi-fungsi manajemen lainnya yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.
Dimensi Manajemen Strategi
Manajemen strategi mempunyai beberapa dimensi atau bersifat multidimensional. Dimensi dimaksud adalah :
1. Dimensi waktu dan orientasi masa depan
Manajemen strategi dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi suatu organisasi berpandangan jauh ke masa depan, dan berperilaku proaktif dan antisipatif terhadap kondisi masa depan yang diprediksi akan dihadapi. Antisipasi masa depan tersebut dirumuskan dan ditetapkan sebagai visi organisasi yang akan diwujudkan 10 tahun atau lebih masa depan. Visi dapat diartikan sebagai “ kondisi ideal yang ingin dicapai dalam eksistensi organisasi dimasa depan”.
Sehubungan dengan hal di atas Lonnie Helgerson yang dikutip Salusu menyatakan bahwa “ Visi adalah gambaran kondisi masa depan dari suatu organisasi yang belum tampak sekarang tetapi merupakan konsepsi yang dapat dibaca oleh setiap orang (anggota organisasi). Visi memiliki kekuatan yang mampu mengundang, memanggil, dan menyerukan pada setiap orang untuk memasuki masa depan. Visi organisasi harus dirumuskan oleh manajemen puncak (pucuk pimpinan) organisasi”.
2. Dimensi Internal dan Eksternal
Dimensi internal adalah kondisi organisasi non profit pada saat sekarang, berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang harus diketahui secara tepat untuk merumuskan renstra yang berjangka panjang.
Analisis terhadap lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan operasional, lingkungan nasional dan lingkungan global (internasional), yang mencakup berbagai aspek atau kondisi, seperti kondisi sosial politik, sosial ekonomi, sosial budaya, kependudukan, kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi, adat istiadat, agama dan lain-lain.
3. Dimensi Pendayagunaan Sumber-Sumber
Manajemen strategik sebagai kegiatan manajemen tidak dapat melepaskan diri dari kemampuan mendayagunakan berbagai sumber daya yang dimiliki, agar secara terintegrasi terimplementasikan dalam fungsi-fungsi manajemen ke arah tercapainya sasaran yang ditetapkan di dalam setiap rencana operasional, dalam rangka mencapai tujuan strategik melalui pelaksanaan misi untuk mewujudkan visi organisasi publik. Sumber daya terdiri dari sumber daya material khusunya berupa sarana dan prasarana, sumber daya finansial dalam bentuk alokasi dana untuk setiap program dan proyek, sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan sumber daya informasi.
4. Dimensi Keikutsertaan Manajemen Puncak
Manajemen strategik yang dimulai dengan menyusun rencana strategik merupakan pengendalian masa depan organisasi, agar eksistensi sesuai dengan visinya dapat diwujudkan, baik pada organisasi yang bersifat privat maupun publik.
Rencana strategik harus mampu mengakomodasi seluruh aspek kehidupan organisasi yang berpengaruh pada eksistensinya dimasa depan merupakan wewenang dan tanggungjawab manajemen puncak. Oleh karena itu rencana strategik sebagai keputusan utama yang yang prinsipil itu tidak saja ditetapkan dengan mengikutsertakan, tetapi harus dilakukan secara proaktif oleh manajemen puncak, karena seluruh kegiatan untuk merealisasikannya merupakan tanggungjawabnya sebagai pimpinan tertinggi, meskipun kegiatannya dilimpahkan pada organisasi atau satuan unit kerja yang relevan.
5. Dimensi Multi Bidang
Manajemen strategik sebagai sistem pengimplementasiannya harus didasari dengan menempatkan organisasi satu sistem. Dengan demikian berarti sebuah organisasi akan dapat menyusun rencana strategis dan rencana renovasi jika tidak memiliki keterikatan atau ketergantungan sebagai bawahan pada organisasi lain sebagai atasan.
Rencana strategis dan rencana operasi bersifat multidimensi, terutama jika perumusan rencana strategis hanya dilakukan pada organisasi publik yang tertinggi. Dengan dimensi yang sangat banyak itu, mudah terjadi tidak seluruh dimensi dapat diakomodasi.
Amstrong (1990) memberikan pengertian yang lebih singkat dan tegas bahwa pengembangan sumber daya manusia adalah mengenai latihan dan pengembangan. Sumber daya manusia menurut Mangun (dalam Suroto,1992) ialah semua kegiatan manusia yang produktif dan semua potensinya untuk memberikan sumbangan yang produktif kepada masyarakat. Kualitas sumber daya manusia menyangkut dua aspek yaitu aspek fisik(kualitas fisik), dan aspek non fisik (kualitas non fisik) yang menyangkut kemampuan bekerja, berpikir, dan ketrampilan–ketrampilan lain. Oleh sebab itu upaya meningkatkan kualitas atau kemampuan-kemampuan non fisik tersebut maka upaya pendidikan dan pelatihan adalah yang paling diperlukan. Upaya inilah yang dimaksudkan dengan pengembangan sumber daya manusia
Proses Perencanaan Strategi Produk
Proses perencanaan strategi produk meliputi beberap langkah, yaitu:
1. Analisis Situasi
Analisis situasi dilakukan terhadap lingkungan internal maupun
eksternal. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain apakah
perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh
lingkungan eksternalnya melalui sumber daya yang dimiliki,
seberapa besar permintaan terhadap produk tertentu, dan
seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi
permintaan tersebut.
2. Penentuan Tujuan Produk
Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, produk yang
dihasilkan perusahaan dimaksudkan pula untuk memenuhi atau
mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, perlu
dipertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat
memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan.
3. Penentuan Sasaran Pasar
Perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan
ataupun melakukan segmentasi. Denga demikian alternatif yang
dapat dipilih adalah produk standar, customized product, maupun
produk standar dengan modifikasi.
4. Penentuan Anggaran
Anggaran bisa bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi
sekaligus sebagai pengendalian.
5. Penetapan Strategi Produk
Dalam tahap ini, alternatif-alternatif strategi prosuk dianalisis dan
dinilai keunggulan dan kelemahannya, kemudian dipilih yang paling
baik dan layak untuk kemudian diterapkan.
6. Evaluasi Pelaksanaan Strategi
Langkah yang terakhir adalah evaluasi atau penilaian terhadap
pelaksanaan rencana yang telah disusun.
refrensi : wikipedia dan google
Rabu, 30 Desember 2009
fungsi manajemen strategis
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).
4. Pengevaluasian (evaluating) adalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar.
Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan.
Menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.
Sedangkan pengertian manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.
Dari pengertian-pengertian yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa manajemen stratejik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak (bersama-sama) kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsure-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. Disamping itu pengertian manajemen strategik yang telah sebutkan terakhir dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1. Manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis (Renstra) yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.
2. Renstra berorientasi pada jangkauan masa depan.
3. Visi, misi, pemilihan strategi yang menghasilkan strategi induk, dan tujuan strategi organisasi untuk jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategi, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak secara tertulis semua acuan tersebut terdapat didalamnya.
4. Renstra dijabarkan menjadi rencana operasional yang antara lain berisi program-program operasional termasuk proyek-proyek, dengan sasaran jangka sedang masing-masing juga sebagai keputusan manajemen puncak.
5. Penetapan renstra dan rencana operasi harus melibatkan manajemen puncak karena sifatnya sangat mendasar/prinsipil dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi, untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi jangka sedang termasuk panjangnya.
6. Pengimplementasian strategi dalam program-program termasuk proyek-proyek untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui fungsi-fungsi manajemen lainnya yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.
sumber: wikipedia
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).
4. Pengevaluasian (evaluating) adalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar.
Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan.
Menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.
Sedangkan pengertian manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.
Dari pengertian-pengertian yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa manajemen stratejik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak (bersama-sama) kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsure-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. Disamping itu pengertian manajemen strategik yang telah sebutkan terakhir dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1. Manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis (Renstra) yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.
2. Renstra berorientasi pada jangkauan masa depan.
3. Visi, misi, pemilihan strategi yang menghasilkan strategi induk, dan tujuan strategi organisasi untuk jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategi, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak secara tertulis semua acuan tersebut terdapat didalamnya.
4. Renstra dijabarkan menjadi rencana operasional yang antara lain berisi program-program operasional termasuk proyek-proyek, dengan sasaran jangka sedang masing-masing juga sebagai keputusan manajemen puncak.
5. Penetapan renstra dan rencana operasi harus melibatkan manajemen puncak karena sifatnya sangat mendasar/prinsipil dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi, untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi jangka sedang termasuk panjangnya.
6. Pengimplementasian strategi dalam program-program termasuk proyek-proyek untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui fungsi-fungsi manajemen lainnya yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.
sumber: wikipedia
keburukan struktur organisasi dalam institusi pendidikan
Setiap institusi pasti memiliki sebuah struktur organisasi, termasuk institusi pendidikan. Ada macam struktur organisasi salah satunya struktur organisasi fungsional.
Organisasi Fungsional merupakan kekuasan pimpinan pada organisasi di limpahkan kepada pada penjabat yang memimpin satuan dibawahnya dalam bagian perkerjaan tertentu. Sebagai contoh organisasi fungsional dalam institusi pendidikan, misalkan seorang kepala sekolah yang melimpahkan tugas kepada guru untuk mengajar pelajaran bahasa inggris padahal guru tersebut bukan orang yang ahli dalam bahasa inggris, dan ini pasti membuat murid-muridnya akan kesulitan dalam menerima materi yang disampaikan.
Adapun kekeurangan dari struktur organisasi fungsional
1. Berpeluang menggunakan keterampilan dan sumber daya yang terbatas.
2. Diperintah lebih dari satu atasan
3. Insiatif perseorangan sering tertekan karena sudah dibatasi pada satu fungsi.
Struktur organisasi ini dipelopori oleh Emerson (1870). Dalam struktur organisasi ini diangkat staff tertentu untuk membantu pimpinan. Staff adalah orang yang dapat memberikan masukan kepada manajer terhadap masalah yang dihadapi oleh perusahaan, sehingga dari analisis para staff ini dijadikan sebagai tolak ukur dalam pengambilan keputusan.
Bentuk organisasi garis dan fungsional merupakan kombinasi dari organisasi garis dan fungsional. Kebaikan dan keburukan dari organisasi ini sama dengan kebaikan dan keburukan dari organisasi yang dikombinasikan.
Keburukan didalam institusi Pendidikan adalah :
• Sulitnya untuk membentuk unit organisatoris
• Tidak ada kerjasama antara bagian – bagian yang sederajat
• Kemungkinan timbulnya perselisihan antara bagian disebabkan karena adanya suatu pendapat yang berbeda antar mahasiswa atau pelajar
• Menimbulkan tirani minoritas
sumber: wikipedia
Organisasi Fungsional merupakan kekuasan pimpinan pada organisasi di limpahkan kepada pada penjabat yang memimpin satuan dibawahnya dalam bagian perkerjaan tertentu. Sebagai contoh organisasi fungsional dalam institusi pendidikan, misalkan seorang kepala sekolah yang melimpahkan tugas kepada guru untuk mengajar pelajaran bahasa inggris padahal guru tersebut bukan orang yang ahli dalam bahasa inggris, dan ini pasti membuat murid-muridnya akan kesulitan dalam menerima materi yang disampaikan.
Adapun kekeurangan dari struktur organisasi fungsional
1. Berpeluang menggunakan keterampilan dan sumber daya yang terbatas.
2. Diperintah lebih dari satu atasan
3. Insiatif perseorangan sering tertekan karena sudah dibatasi pada satu fungsi.
Struktur organisasi ini dipelopori oleh Emerson (1870). Dalam struktur organisasi ini diangkat staff tertentu untuk membantu pimpinan. Staff adalah orang yang dapat memberikan masukan kepada manajer terhadap masalah yang dihadapi oleh perusahaan, sehingga dari analisis para staff ini dijadikan sebagai tolak ukur dalam pengambilan keputusan.
Bentuk organisasi garis dan fungsional merupakan kombinasi dari organisasi garis dan fungsional. Kebaikan dan keburukan dari organisasi ini sama dengan kebaikan dan keburukan dari organisasi yang dikombinasikan.
Keburukan didalam institusi Pendidikan adalah :
• Sulitnya untuk membentuk unit organisatoris
• Tidak ada kerjasama antara bagian – bagian yang sederajat
• Kemungkinan timbulnya perselisihan antara bagian disebabkan karena adanya suatu pendapat yang berbeda antar mahasiswa atau pelajar
• Menimbulkan tirani minoritas
sumber: wikipedia
Keburukan struktur organisasi garis atau staf dan fungsional pada suatu institusi pendidikan
Organisasi merupakan suatu rangkaian proses kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kegunaan sumber dalam menentukan berhasilnya suatu proses dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi dalam mencapai tujuan. Dalam suatu organisasi diperlukan struktur yang merupakan kerangka, untuk mencapai tujuan yang lebih efektif.
Suatu institusi pendidikan adalah suatu struktur organisasi yang sangat kompleks, dimana didalamnya terdapat hubungan manusiawi antara mereka-mereka yang mempunyai kepentingan antara staf biasa dengan staf pengajar sebagai fungsional dalam suatu struktur organisasi kependidikan. Tetapi dalam kenyataannya selalu ada benturan pada garis staf dan garis fungsional karena adanya kepentingan masing-masing yang sangat kuat, contohnya adanya hubungan kedekatan dengan pimpinan struktur organisasi kependidikan tersebut. Akibat dari kedekatan ini sering menimbulkan perselisihan antar mereka.
Setiap organisasi untuk menjadi efektif harus memiliki struktur organisasi.
Tapi apa struktur organisasi? Ini adalah bentuk struktur yang menentukan hierarki dan struktur pelaporan organisasi.Ini juga disebut bagan organisasi. Ada berbagai jenis organisasi perusahaan mengikuti struktur yang tergantung pada berbagai hal; itu dapat didasarkan pada wilayah geografis, produk atau hirarki. Singkatnya struktur organisasi adalah rencana yang menunjukkan organisasi kerja dan pengaturan kerja sistematis.
Jenis Struktur Organisasi
Ada berbagai jenis dan struktur organisasi perusahaan harus memilih satu yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Struktur tradisional
Ini adalah jenis struktur organisasi yang mengikuti aturan-aturan dan prosedur ke T. mereka ditandai dengan memiliki garis-garis otoritas yang tepat untuk semua tingkatan dalam manajemen. Under types of structures under traditional structures are: Bawah struktur jenis di bawah struktur tradisional adalah:
Line Struktur - ini adalah jenis struktur yang sangat spesifik memiliki garis komando. Persetujuan dan perintah dalam struktur semacam ini datang dari atas ke bawah dalam baris. Maka baris nama struktur. Struktur semacam ini cocok untuk organisasi yang lebih kecil seperti kantor akuntan kecil dan kantor hukum. Ini adalah semacam struktur yang memungkinkan pengambilan keputusan yang mudah, dan juga sangat bersifat informal.Mereka memiliki lebih sedikit departemen, yang membuat seluruh organisasi yang sangat terdesentralisasi satu.
Line dan Staf Struktur - meskipun struktur garis cocok untuk sebagian besar perusahaan, terutama yang kecil, tidak efektif untuk perusahaan besar. Ini adalah di mana garis dan struktur organisasi staf datang ke dalam bermain.Line dan struktur struktur menggabungkan baris di mana informasi dan persetujuan yang datang dari atas ke bawah, dengan staf departemen untuk dukungan dan spesialisasi. Line and staff organizational structures are more centralized. Baris dan staf struktur organisasi yang lebih terpusat. Manajer dan staf mempunyai otoritas atas bawahan mereka, tetapi staf manajer tidak memiliki otoritas atas garis manajer dan bawahan mereka. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat dalam tipe struktur organisasi karena lapisan dan pedoman yang khas untuk itu, dan membiarkan tidak melupakan formalitas yang terlibat.
Struktur fungsional - semacam ini orang-orang mengklasifikasikan struktur organisasi sesuai dengan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional mereka atau sesuai dengan fungsi-fungsi yang dilakukan oleh mereka dalam organisasi. Bagan organisasi sebuah organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Penjualan departemen, Departemen Layanan Pelanggan, Rekayasa atau departemen produksi, departemen Akuntansi dan Administrasi departemen.
Divisi Struktur
Ini adalah jenis struktur yang didasarkan pada divisi yang berbeda dalam organisasi. These structures can be further divided into: Struktur ini dapat dibagi lagi menjadi:
Struktur produk - produk struktur pengorganisasian didasarkan pada karyawan dan bekerja atas dasar dari berbagai jenis produk. Jika perusahaan memproduksi tiga jenis produk, mereka akan memiliki tiga divisi yang berbeda untuk produk ini.
Struktur Pasar - struktur pasar yang digunakan untuk kelompok karyawan berdasarkan pasar khusus menjual perusahaan masuk sebuah perusahaan dapat memiliki 3 pasar yang berbeda yang mereka gunakan dan menurut struktur ini, masing-masing akan menjadi divisi yang terpisah dalam struktur.
Geografis Struktur - organisasi besar memiliki kantor di tempat yang berbeda, misalnya mungkin ada zona utara, zona selatan, barat dan timur zona. The organizational structure would then follow a zonal region structure. Struktur organisasi kemudian akan mengikuti struktur wilayah zonal.
Struktur Matrix
Ini memadukan yang terbaik dari kedua dunia untuk membuat struktur organisasi yang efisien. Struktur ini merupakan yang paling rumit struktur organisasi.
Penting untuk menemukan struktur organisasi yang terbaik bagi organisasi, sebagai salah mengatur menghambat bisa berfungsi dengan baik dalam organisasi.
refrensi Khushnuma Irani
Suatu institusi pendidikan adalah suatu struktur organisasi yang sangat kompleks, dimana didalamnya terdapat hubungan manusiawi antara mereka-mereka yang mempunyai kepentingan antara staf biasa dengan staf pengajar sebagai fungsional dalam suatu struktur organisasi kependidikan. Tetapi dalam kenyataannya selalu ada benturan pada garis staf dan garis fungsional karena adanya kepentingan masing-masing yang sangat kuat, contohnya adanya hubungan kedekatan dengan pimpinan struktur organisasi kependidikan tersebut. Akibat dari kedekatan ini sering menimbulkan perselisihan antar mereka.
Setiap organisasi untuk menjadi efektif harus memiliki struktur organisasi.
Tapi apa struktur organisasi? Ini adalah bentuk struktur yang menentukan hierarki dan struktur pelaporan organisasi.Ini juga disebut bagan organisasi. Ada berbagai jenis organisasi perusahaan mengikuti struktur yang tergantung pada berbagai hal; itu dapat didasarkan pada wilayah geografis, produk atau hirarki. Singkatnya struktur organisasi adalah rencana yang menunjukkan organisasi kerja dan pengaturan kerja sistematis.
Jenis Struktur Organisasi
Ada berbagai jenis dan struktur organisasi perusahaan harus memilih satu yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Struktur tradisional
Ini adalah jenis struktur organisasi yang mengikuti aturan-aturan dan prosedur ke T. mereka ditandai dengan memiliki garis-garis otoritas yang tepat untuk semua tingkatan dalam manajemen. Under types of structures under traditional structures are: Bawah struktur jenis di bawah struktur tradisional adalah:
Line Struktur - ini adalah jenis struktur yang sangat spesifik memiliki garis komando. Persetujuan dan perintah dalam struktur semacam ini datang dari atas ke bawah dalam baris. Maka baris nama struktur. Struktur semacam ini cocok untuk organisasi yang lebih kecil seperti kantor akuntan kecil dan kantor hukum. Ini adalah semacam struktur yang memungkinkan pengambilan keputusan yang mudah, dan juga sangat bersifat informal.Mereka memiliki lebih sedikit departemen, yang membuat seluruh organisasi yang sangat terdesentralisasi satu.
Line dan Staf Struktur - meskipun struktur garis cocok untuk sebagian besar perusahaan, terutama yang kecil, tidak efektif untuk perusahaan besar. Ini adalah di mana garis dan struktur organisasi staf datang ke dalam bermain.Line dan struktur struktur menggabungkan baris di mana informasi dan persetujuan yang datang dari atas ke bawah, dengan staf departemen untuk dukungan dan spesialisasi. Line and staff organizational structures are more centralized. Baris dan staf struktur organisasi yang lebih terpusat. Manajer dan staf mempunyai otoritas atas bawahan mereka, tetapi staf manajer tidak memiliki otoritas atas garis manajer dan bawahan mereka. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat dalam tipe struktur organisasi karena lapisan dan pedoman yang khas untuk itu, dan membiarkan tidak melupakan formalitas yang terlibat.
Struktur fungsional - semacam ini orang-orang mengklasifikasikan struktur organisasi sesuai dengan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional mereka atau sesuai dengan fungsi-fungsi yang dilakukan oleh mereka dalam organisasi. Bagan organisasi sebuah organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Penjualan departemen, Departemen Layanan Pelanggan, Rekayasa atau departemen produksi, departemen Akuntansi dan Administrasi departemen.
Divisi Struktur
Ini adalah jenis struktur yang didasarkan pada divisi yang berbeda dalam organisasi. These structures can be further divided into: Struktur ini dapat dibagi lagi menjadi:
Struktur produk - produk struktur pengorganisasian didasarkan pada karyawan dan bekerja atas dasar dari berbagai jenis produk. Jika perusahaan memproduksi tiga jenis produk, mereka akan memiliki tiga divisi yang berbeda untuk produk ini.
Struktur Pasar - struktur pasar yang digunakan untuk kelompok karyawan berdasarkan pasar khusus menjual perusahaan masuk sebuah perusahaan dapat memiliki 3 pasar yang berbeda yang mereka gunakan dan menurut struktur ini, masing-masing akan menjadi divisi yang terpisah dalam struktur.
Geografis Struktur - organisasi besar memiliki kantor di tempat yang berbeda, misalnya mungkin ada zona utara, zona selatan, barat dan timur zona. The organizational structure would then follow a zonal region structure. Struktur organisasi kemudian akan mengikuti struktur wilayah zonal.
Struktur Matrix
Ini memadukan yang terbaik dari kedua dunia untuk membuat struktur organisasi yang efisien. Struktur ini merupakan yang paling rumit struktur organisasi.
Penting untuk menemukan struktur organisasi yang terbaik bagi organisasi, sebagai salah mengatur menghambat bisa berfungsi dengan baik dalam organisasi.
refrensi Khushnuma Irani
Selasa, 22 Desember 2009
soal sim
SOAL MANAJEMEN DAN SIM 1
1. Jelaskan teori-teori mengenai sumber wewenang!
Jawab :
• Teori formal, berpendapat bahwa wewenang ada karena seseorang di beri atau di limpahi atau diwarisi hal tersebut
• Teori penerimaan, berpendapat bahwa wewenang seseorang timbul hanya bila hal itu di terima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut di jalankan.
2. Apa yang kalian ketahui tentang kekuasaan posisi dan kekuasaan pribadi?
Jawab :
• Kekuasaan posisi (position power) di dapat dari wewenang formal suatu organisasi.
• Kekuasaan pribadi (personal power) di dapatkan dari para pengikut dan didasarkan atas seberapa besar pengikut dan di dasarkan atas seberapa besar para pengikut mengagumi dan respeck pada seorang pemimpin
3. Berikan alasan mengapa organisasi perlu membedakan antara kegiatan lini dan staf ?
Jawab :
• Karena kegiatan-kegiatan lini mencerminkan pekerjaan pokok organisasi
• Pengetatan yang harus di buat organisasi dalam waktu krisis sangat di tentukan oleh pilihan terhadap departemen lini atau staf
4. Mengapa bawahan tidak menerima delegasi?
Jawab:
• Delegasi berarti bawahan menerima tambahan tanggung jawab dan akunbilitas
• Selalu ada perasaan bahwa bawahan akan melaksanakan wewenang barunya dengan salah dan menerima kritik
• Banyak bawahan kurang mempunyai kepercayaan diri dan merasa tertekan bila dilimpahi wewenang pembuatan keputusan yang lebih besar
5. Sebutkan perbedaan dari gaps, overlaps dan spilts ?
Jawab :
• Gaps yaitu tugas-tugas yang tidak ada tanggung jawabnya
• Overlaps yaitu tanggung jawab atas tugas yang sama di berikan kepada lebih dari satu orang individu
• Spilts yaitu tanggung jawab atas tugas yang sama diberikan kepada lebih dari satu satuan organisasi
6. Apa yang kalian ketahui tentang wewenang lini, staf dan fungsional ?
Jawab :
• Wewenang lini adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung.
• Wewenang staf adalah hak yang dipunyai oleh satu-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi atau konsultasi kepada personalia lini.
• Wewenang staf fungsional adalah hubungan terkuat yang dapat di miliki staf dengan satuan-satuan lini
7. Mengapa manajemen dibutuhkan?
Jawab :
• Untuk mencapai tujuan orang, pribadi
• Menjaga keseimbangan antara tujuan –tujuan yang bertentangan (karyawan, pemilik , pelanggan)
• Menjaga efesien dan efektifitas
8. Sebutkan definisi manajemen menurut James Af Stoner dan Mory Porker ?
Jawab:
• James Af Stoner : Proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota orang dan penggunaan orang lain agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
• Mory Porker : seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain
9. Apa saja yang termasuk sumber internal pada penawaran personalia ?
Jawab:
• Penataran (upgrading)
• Pemindahan (transferring)
• Pengangkatan (promoting)
10. Sebutkan tujuan latihan dan pengembangan karyawan ?
Jawab :
• Untuk memperbaiki efektivitas kerja karyawan dalam mencapai hasil-hasil kerja yang telah di tetapkan
• Peningkatan efektivitas kerja
• Untuk memperbaiki penguasaan ketrampilan-ketrampilan dan teknik-teknik pelaksanan pekerjaan tertentu , terperinci dan rutin.
1. Jelaskan teori-teori mengenai sumber wewenang!
Jawab :
• Teori formal, berpendapat bahwa wewenang ada karena seseorang di beri atau di limpahi atau diwarisi hal tersebut
• Teori penerimaan, berpendapat bahwa wewenang seseorang timbul hanya bila hal itu di terima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut di jalankan.
2. Apa yang kalian ketahui tentang kekuasaan posisi dan kekuasaan pribadi?
Jawab :
• Kekuasaan posisi (position power) di dapat dari wewenang formal suatu organisasi.
• Kekuasaan pribadi (personal power) di dapatkan dari para pengikut dan didasarkan atas seberapa besar pengikut dan di dasarkan atas seberapa besar para pengikut mengagumi dan respeck pada seorang pemimpin
3. Berikan alasan mengapa organisasi perlu membedakan antara kegiatan lini dan staf ?
Jawab :
• Karena kegiatan-kegiatan lini mencerminkan pekerjaan pokok organisasi
• Pengetatan yang harus di buat organisasi dalam waktu krisis sangat di tentukan oleh pilihan terhadap departemen lini atau staf
4. Mengapa bawahan tidak menerima delegasi?
Jawab:
• Delegasi berarti bawahan menerima tambahan tanggung jawab dan akunbilitas
• Selalu ada perasaan bahwa bawahan akan melaksanakan wewenang barunya dengan salah dan menerima kritik
• Banyak bawahan kurang mempunyai kepercayaan diri dan merasa tertekan bila dilimpahi wewenang pembuatan keputusan yang lebih besar
5. Sebutkan perbedaan dari gaps, overlaps dan spilts ?
Jawab :
• Gaps yaitu tugas-tugas yang tidak ada tanggung jawabnya
• Overlaps yaitu tanggung jawab atas tugas yang sama di berikan kepada lebih dari satu orang individu
• Spilts yaitu tanggung jawab atas tugas yang sama diberikan kepada lebih dari satu satuan organisasi
6. Apa yang kalian ketahui tentang wewenang lini, staf dan fungsional ?
Jawab :
• Wewenang lini adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung.
• Wewenang staf adalah hak yang dipunyai oleh satu-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi atau konsultasi kepada personalia lini.
• Wewenang staf fungsional adalah hubungan terkuat yang dapat di miliki staf dengan satuan-satuan lini
7. Mengapa manajemen dibutuhkan?
Jawab :
• Untuk mencapai tujuan orang, pribadi
• Menjaga keseimbangan antara tujuan –tujuan yang bertentangan (karyawan, pemilik , pelanggan)
• Menjaga efesien dan efektifitas
8. Sebutkan definisi manajemen menurut James Af Stoner dan Mory Porker ?
Jawab:
• James Af Stoner : Proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota orang dan penggunaan orang lain agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
• Mory Porker : seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain
9. Apa saja yang termasuk sumber internal pada penawaran personalia ?
Jawab:
• Penataran (upgrading)
• Pemindahan (transferring)
• Pengangkatan (promoting)
10. Sebutkan tujuan latihan dan pengembangan karyawan ?
Jawab :
• Untuk memperbaiki efektivitas kerja karyawan dalam mencapai hasil-hasil kerja yang telah di tetapkan
• Peningkatan efektivitas kerja
• Untuk memperbaiki penguasaan ketrampilan-ketrampilan dan teknik-teknik pelaksanan pekerjaan tertentu , terperinci dan rutin.
pengenalan visual basic
MDI Form, Menu dan Objek Printer
Mengenal Multiple Document Interface
Pada Visual Basic, anda dapat mengembangkan aplikasi dengan interface sebagai berikut :
• SDI (Single Document Interface)
• MDI (Multiple Document Interface)
Pada aplikasi SDI, setiap form merupakan form-form yang berdiri sendiri, Aplikasi SDI pada windows terdapat pada aplikasi seperti Notepad, WordPad dan Paint.
Sedangkan aplikasi seperti Microsoft Word menggunakan MDI, yaitu terdiri dari suatu MDIForm, dan didalamnya merupakan form-form anak (MDIchild).
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan MDIForm adalah :
1. Didalam satu project hanya dapat terdiri dari satu MDIForm
2. Anda tidak dapat menempatkan kontrol-kontrol secara langsung pada MDIForm, kecuali kontrol yang memiliki properti Alignment, atau menempatkannya diatas kontainer seperti Picturebox.
3. Anda tidak dapat menggunakan metode pengambaran (Print, Line, Circle, dan PSet) seperti pada form umumnya.
Membuat suatu Aplikasi MDI pada Visual Basic
1. Membuat suatu MDI form
Dari menu Insert, Pilih Add MDI Form. (Suatu aplikasi hanya dapat terdiri dari satu MDI form)
2. Membuat suatu Form menjadi MDI Child
Dari properti Form tersebut, ubah nilai properti MDI Child-nya menjadi True.
2. Menentukan StartUp Objek
Pada Menu Tools, pilih Command Options, pilih Tab Project, Tentukan StartUp Object ke MDI form yang telah ditambahkan.
Karakteristik dari MDI Form
• Semua child form tidak dapat dipindahkan keluar dari MDI Form.
• Ketika suatu child form diminimize, akan menjadi icon dibawah MDI Form.
• Anda dapat menentukan apakah child form secara otomatis ditampilkan atau tidak dengan menggunakan properti AutoShowChildren pada MDIForm.
• Jika pada child form ada menu, maka menu akan ditampilkan pada MDIform menu.
Pada MDIform anda tidak dapat menempatkan kontrol-kontrol visible yang tidak mendukung alignment, kecuali kalau anda menempatkannya kedalam suatu kontainer seperti Picturebox, dan Toolbar. Sedangkan kontrol non-visible seperti Timer dan CommonDialog box dapat ditempatkan diatas MDIForm.
Mendapatkan MDI Child yang sedang aktif.
Untuk mendapatkan form-form yang sedang aktif didalam suatu MDIform, anda dapat menggunakan properti ActiveForm, contoh :
Private Sub MDIForm_QueryUnload(Cancel As Integer, UnloadMode As Integer)
If Not Me.ActiveForm Is Nothing Then
MsgBox "Masih ada Form yang aktif"
Cancel = True
End If
End Sub
Mengatur MDI Child dalam jendela MDI form
Anda dapat menggunakan metoda Arrange untuk mengatur penyusunan form-form yang sedang aktif didalam suatu MDI form. Metoda Arrange ini diikuti oleh suatu parameter yang menentukan jenis penyusunan yang akan dilakukan, contoh :
Private Sub mnuTileHorizontally_Click()
Arrange vbTileHorizontal
End Sub
Private Sub mnuTileVertically_Click()
Arrange vbTileVertical
End Sub
Private Sub mnuCascade_Click()
Arrange vbCascade
End Sub
Private Sub mnuArrangeIcons_Click()
Arrange vbArrangeIcons
End Sub
Membuat Menu Pada Visual Basic
Pembuatan menu pada Visual Basic dapat dilakukan dengan bantuan Menu Editor yang terdapat pada Menu Tools.
Pada dasarnya setiap item menu memiliki Caption dan sebuah Nama. Anda dapat membentuk Kunci Akses dengan menggunakan tanda & (ampersand) pada Caption dari menu tersebut. Untuk membuat menu anda cukup mengetikan Caption dan Name, selanjutnya klik pada Next, dan ketikkan menu yang berikutnya, sampai selesai. Selanjutnya adalah menbuat Sub Menu dengan melakukan klik pada panah kanan dan sebaliknya. Anda dapat membuat sampai 5 Sub Menu (6 kalau termasuk Menu Utama).
Pada contoh diatas akan menghasilkan menu sebagai berikut :
Membuat Garis Pemisah antar Menu
Anda dapat menggunakan tanda - (karakter hypen) untuk membuat garis pemisah antar menu pada Caption.
Sehingga akan menghasilkan menu sebagai berikut :
Melakukan Koding terhadap Menu
Untuk melakukan koding terhadap item menu, anda dapat membuka menu pada saat design dan akan menghasilkan Event Click untuk item menu tersebut, contoh :
Private Sub mnuDataDepartemen_Click()
frmDepartemen.Show
End Sub
Membuat Menu yang memiliki tanda Check
Anda dapat membuat menu yang memiliki tanda Check dengan memanfaatkan option Checked pada Menu Editor.
Sehingga akan menghasilkan menu sebagai berikut :
Anda dapat mengatur keaktifan tanda Check dari item menu tersebut dengan koding sebagai berikut :
Private Sub mnuTampilWaktu_Click()
mnuTampilWaktu.Checked = Not mnuTampilWaktu.Checked
If mnuTampilWaktu.Checked Then
frmWaktu.Show
Else
Unload frmWaktu
End If
End Sub
Anda dapat memanfaatkan option Visible untuk menyembunyikan menu ataupun menampilkan suatu item menu berdasarkan kondisi tertentu, dan option Enabled untuk membuat suatu menu dapat dipilih atau tidak.
Membuat Menu Pop Up
Pada Visual Basic, anda dapat membuat menu pop up dengan memanfaatkan menu Editor untuk mendefinisikan nama kelompok menu Pop Up beserta Sub Menunya, dan menonaktifkan option Visible dari kelompok menu tersebut.
Kemudian lakukan koding pada Event MouseDown pada MDIform
Private Sub MDIForm_MouseDown(Button As Integer, Shift As Integer, X As Single, Y As Single)
If Button And vbRightButton Then
PopupMenu mnuAtur
End If
End Sub
Sehingga kalau dilakukan klik kanan pada form akan menanpilkan suatu Pop Up menu yang berupa Sub Menu dari mnuAtur.
Memahami Objek Printer
Untuk memcetak hasil aplikasi anda ke printer, anda dapat mengunakan objek Printer yang disediakan oleh Visual Basic. Pada objek printer tersedia berbagai metoda pencetakkan text dan pengambaran grafik (Line, Circle, Pset, dll) seperti yang tersedia pada form maupun kontrol Picturebox.
Objek printer juga mendukung properti ScaleWidth, ScaleHeight, ScaleTop, dan ScaleLeft. Anda dapat memeriksa kembali fungsi properti-properti ini pada control Picture.
Mencetak Data ke Objek Printer
Anda dapat menggunakan metoda print untuk mengirim tulisan yang akan dicetak ke objek printer. Anda dapat juga menggunakan metoda Newpage untuk membuat printer mencetak tulisan berikutnya ke halaman baru. Metoda EndDoc untuk memulai pencetakkan yang sebenarnya, sedangkan KillDoc untuk membatalkan pencetakkan. Anda juga dapat menggunakan properti Page untuk mendapatkan nomor halaman.
Contoh :
Printer.Print "Indoprog-vb, forum diskusi dan belajar bersama Visual Basic"
Printer.NewPage
Printer.Print "Ini akan dicetak pada halaman kedua"
Printer.EndDoc
Untuk menentukan jumlah rangkap pencetakkan dapat menggunakan properti Copies.
Contoh :
Printer.Copies = 2
Printer.Print "Indoprog-vb, forum diskusi dan belajar bersama Visual Basic"
Printer.NewPage
Printer.Print "Ini akan dicetak pada halaman kedua"
Printer.EndDoc
Anda dapat juga menggunakan metode pengambaran grafik seperti Line, Circle, PSet, dan PaintPicture seperti yang terdapat pada Form dan PictureBox.
Menentukan ukuran kertas
Properti PaperSize dapat digunakan untuk menentukan ukuran kertas, misalnya vbPRPSLetter untuk 8 1/2 x 11 (Letter). Untuk konstanta jenis ukuran kertas dapat anda lihat dengan Object Browser pada PrinterObjectConstants.
Contoh :
Printer.PaperSize = vbPRPSLetter
Menentukan posisi pencetakkan
Anda dapat mengatur/mendapatkan posisi pencetakkan dengan menggunakan properti CurrentX dan CurrentY.
Contoh :
Printer.CurrentX = 0.5*1440 '1/2 inch
Printer.CurrentY = 1*1440 '1 inch
Printer.Print "Hello Indoprog-vb"
Catatan : Ukuran dinyatakan dalam Twips, dimana 1 inch = 1440 Twips
Menentukan font pencetakkan
Anda dapat mengatur font pencetakan dengan menggunakan objek font. Pada objek font anda dapat mengatur setting seperti :
Properti Keterangan
Bold Mengaktifkan cetak tebal (True, False)
Name Menentukan nama font yang digunakan, misalnya Verdana, Times New Roman, Arial, Courier New, dll
Italic Mengaktifkan cetak miring (True, False)
Size Menentukan ukuran font
StrikeThrought Mengaktifkan cetak coret (True, False)
Underline Mengaktifkan cetak garis bawah (True, False)
Contoh :
Printer.Font.Name = "Verdana"
Printer.Font.Size = 14
Printer.Font.Bold = True
Printer.Print "Hello Indoprog-vb"
Menentukan orientasi pencetakkan
Anda dapat menggunakan properti Orientation untuk menentukan orientasi pencetakkan Portrait atau Landscape (1-vbPRORPortrait, 2-vbPRORLandscape).
Contoh :
Printer.Orientation = vbPRORLandscape
Mendapatkan informasi printer yang terinstalasi pada sistem
Untuk mendapatkan jumlah printer yang terinstalasi pada sistem, anda dapat menggunakan properti Count, sedangkan nama printer dapat diperoleh dengan DeviceName, dan DriverName untuk mendapatkan nama Driver. Berikut ini adalah contoh mengisi nama Device dan Driver dari printer yang terinstalasi pada sistem pada suatu ComboBox.
Contoh :
For i = 0 To Printers.Count _ 1
cboPrinters.AddItem Printers(i).DeviceName & " [" & _
Printers(i).DriverName & "]"
Next
Anda dapat juga mendapatkan informasi dengan properti Port (misalnya, LPT1:), memeriksa apakah printer tertentu dapat melakukan pencetakkan berwarna denga properti ColorMode (1-vbPRCMMonochrome or 2-vbPRCMColor).
Menentukan Printer yang akan digunakan
Jika anda tidak menentukan printer yang akan digunakan, maka printer yang akan digunakan adalah printer default pada sistem anda.
Untuk mencetak dengan menggunakan printer yang tertentu anda dapat melakukan setting printer ke printer yang bersesuaian. Contoh berikut akan menlakukan setting printer ke nomor printer tertentu berdasarkan pilihan pemakai dari ComboBox.
Contoh :
Private Sub cmdMakeCurrent_Click()
Set Printer = Printers(cboPrinters.ListIndex)
End Sub
Mengenal Multiple Document Interface
Pada Visual Basic, anda dapat mengembangkan aplikasi dengan interface sebagai berikut :
• SDI (Single Document Interface)
• MDI (Multiple Document Interface)
Pada aplikasi SDI, setiap form merupakan form-form yang berdiri sendiri, Aplikasi SDI pada windows terdapat pada aplikasi seperti Notepad, WordPad dan Paint.
Sedangkan aplikasi seperti Microsoft Word menggunakan MDI, yaitu terdiri dari suatu MDIForm, dan didalamnya merupakan form-form anak (MDIchild).
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan MDIForm adalah :
1. Didalam satu project hanya dapat terdiri dari satu MDIForm
2. Anda tidak dapat menempatkan kontrol-kontrol secara langsung pada MDIForm, kecuali kontrol yang memiliki properti Alignment, atau menempatkannya diatas kontainer seperti Picturebox.
3. Anda tidak dapat menggunakan metode pengambaran (Print, Line, Circle, dan PSet) seperti pada form umumnya.
Membuat suatu Aplikasi MDI pada Visual Basic
1. Membuat suatu MDI form
Dari menu Insert, Pilih Add MDI Form. (Suatu aplikasi hanya dapat terdiri dari satu MDI form)
2. Membuat suatu Form menjadi MDI Child
Dari properti Form tersebut, ubah nilai properti MDI Child-nya menjadi True.
2. Menentukan StartUp Objek
Pada Menu Tools, pilih Command Options, pilih Tab Project, Tentukan StartUp Object ke MDI form yang telah ditambahkan.
Karakteristik dari MDI Form
• Semua child form tidak dapat dipindahkan keluar dari MDI Form.
• Ketika suatu child form diminimize, akan menjadi icon dibawah MDI Form.
• Anda dapat menentukan apakah child form secara otomatis ditampilkan atau tidak dengan menggunakan properti AutoShowChildren pada MDIForm.
• Jika pada child form ada menu, maka menu akan ditampilkan pada MDIform menu.
Pada MDIform anda tidak dapat menempatkan kontrol-kontrol visible yang tidak mendukung alignment, kecuali kalau anda menempatkannya kedalam suatu kontainer seperti Picturebox, dan Toolbar. Sedangkan kontrol non-visible seperti Timer dan CommonDialog box dapat ditempatkan diatas MDIForm.
Mendapatkan MDI Child yang sedang aktif.
Untuk mendapatkan form-form yang sedang aktif didalam suatu MDIform, anda dapat menggunakan properti ActiveForm, contoh :
Private Sub MDIForm_QueryUnload(Cancel As Integer, UnloadMode As Integer)
If Not Me.ActiveForm Is Nothing Then
MsgBox "Masih ada Form yang aktif"
Cancel = True
End If
End Sub
Mengatur MDI Child dalam jendela MDI form
Anda dapat menggunakan metoda Arrange untuk mengatur penyusunan form-form yang sedang aktif didalam suatu MDI form. Metoda Arrange ini diikuti oleh suatu parameter yang menentukan jenis penyusunan yang akan dilakukan, contoh :
Private Sub mnuTileHorizontally_Click()
Arrange vbTileHorizontal
End Sub
Private Sub mnuTileVertically_Click()
Arrange vbTileVertical
End Sub
Private Sub mnuCascade_Click()
Arrange vbCascade
End Sub
Private Sub mnuArrangeIcons_Click()
Arrange vbArrangeIcons
End Sub
Membuat Menu Pada Visual Basic
Pembuatan menu pada Visual Basic dapat dilakukan dengan bantuan Menu Editor yang terdapat pada Menu Tools.
Pada dasarnya setiap item menu memiliki Caption dan sebuah Nama. Anda dapat membentuk Kunci Akses dengan menggunakan tanda & (ampersand) pada Caption dari menu tersebut. Untuk membuat menu anda cukup mengetikan Caption dan Name, selanjutnya klik pada Next, dan ketikkan menu yang berikutnya, sampai selesai. Selanjutnya adalah menbuat Sub Menu dengan melakukan klik pada panah kanan dan sebaliknya. Anda dapat membuat sampai 5 Sub Menu (6 kalau termasuk Menu Utama).
Pada contoh diatas akan menghasilkan menu sebagai berikut :
Membuat Garis Pemisah antar Menu
Anda dapat menggunakan tanda - (karakter hypen) untuk membuat garis pemisah antar menu pada Caption.
Sehingga akan menghasilkan menu sebagai berikut :
Melakukan Koding terhadap Menu
Untuk melakukan koding terhadap item menu, anda dapat membuka menu pada saat design dan akan menghasilkan Event Click untuk item menu tersebut, contoh :
Private Sub mnuDataDepartemen_Click()
frmDepartemen.Show
End Sub
Membuat Menu yang memiliki tanda Check
Anda dapat membuat menu yang memiliki tanda Check dengan memanfaatkan option Checked pada Menu Editor.
Sehingga akan menghasilkan menu sebagai berikut :
Anda dapat mengatur keaktifan tanda Check dari item menu tersebut dengan koding sebagai berikut :
Private Sub mnuTampilWaktu_Click()
mnuTampilWaktu.Checked = Not mnuTampilWaktu.Checked
If mnuTampilWaktu.Checked Then
frmWaktu.Show
Else
Unload frmWaktu
End If
End Sub
Anda dapat memanfaatkan option Visible untuk menyembunyikan menu ataupun menampilkan suatu item menu berdasarkan kondisi tertentu, dan option Enabled untuk membuat suatu menu dapat dipilih atau tidak.
Membuat Menu Pop Up
Pada Visual Basic, anda dapat membuat menu pop up dengan memanfaatkan menu Editor untuk mendefinisikan nama kelompok menu Pop Up beserta Sub Menunya, dan menonaktifkan option Visible dari kelompok menu tersebut.
Kemudian lakukan koding pada Event MouseDown pada MDIform
Private Sub MDIForm_MouseDown(Button As Integer, Shift As Integer, X As Single, Y As Single)
If Button And vbRightButton Then
PopupMenu mnuAtur
End If
End Sub
Sehingga kalau dilakukan klik kanan pada form akan menanpilkan suatu Pop Up menu yang berupa Sub Menu dari mnuAtur.
Memahami Objek Printer
Untuk memcetak hasil aplikasi anda ke printer, anda dapat mengunakan objek Printer yang disediakan oleh Visual Basic. Pada objek printer tersedia berbagai metoda pencetakkan text dan pengambaran grafik (Line, Circle, Pset, dll) seperti yang tersedia pada form maupun kontrol Picturebox.
Objek printer juga mendukung properti ScaleWidth, ScaleHeight, ScaleTop, dan ScaleLeft. Anda dapat memeriksa kembali fungsi properti-properti ini pada control Picture.
Mencetak Data ke Objek Printer
Anda dapat menggunakan metoda print untuk mengirim tulisan yang akan dicetak ke objek printer. Anda dapat juga menggunakan metoda Newpage untuk membuat printer mencetak tulisan berikutnya ke halaman baru. Metoda EndDoc untuk memulai pencetakkan yang sebenarnya, sedangkan KillDoc untuk membatalkan pencetakkan. Anda juga dapat menggunakan properti Page untuk mendapatkan nomor halaman.
Contoh :
Printer.Print "Indoprog-vb, forum diskusi dan belajar bersama Visual Basic"
Printer.NewPage
Printer.Print "Ini akan dicetak pada halaman kedua"
Printer.EndDoc
Untuk menentukan jumlah rangkap pencetakkan dapat menggunakan properti Copies.
Contoh :
Printer.Copies = 2
Printer.Print "Indoprog-vb, forum diskusi dan belajar bersama Visual Basic"
Printer.NewPage
Printer.Print "Ini akan dicetak pada halaman kedua"
Printer.EndDoc
Anda dapat juga menggunakan metode pengambaran grafik seperti Line, Circle, PSet, dan PaintPicture seperti yang terdapat pada Form dan PictureBox.
Menentukan ukuran kertas
Properti PaperSize dapat digunakan untuk menentukan ukuran kertas, misalnya vbPRPSLetter untuk 8 1/2 x 11 (Letter). Untuk konstanta jenis ukuran kertas dapat anda lihat dengan Object Browser pada PrinterObjectConstants.
Contoh :
Printer.PaperSize = vbPRPSLetter
Menentukan posisi pencetakkan
Anda dapat mengatur/mendapatkan posisi pencetakkan dengan menggunakan properti CurrentX dan CurrentY.
Contoh :
Printer.CurrentX = 0.5*1440 '1/2 inch
Printer.CurrentY = 1*1440 '1 inch
Printer.Print "Hello Indoprog-vb"
Catatan : Ukuran dinyatakan dalam Twips, dimana 1 inch = 1440 Twips
Menentukan font pencetakkan
Anda dapat mengatur font pencetakan dengan menggunakan objek font. Pada objek font anda dapat mengatur setting seperti :
Properti Keterangan
Bold Mengaktifkan cetak tebal (True, False)
Name Menentukan nama font yang digunakan, misalnya Verdana, Times New Roman, Arial, Courier New, dll
Italic Mengaktifkan cetak miring (True, False)
Size Menentukan ukuran font
StrikeThrought Mengaktifkan cetak coret (True, False)
Underline Mengaktifkan cetak garis bawah (True, False)
Contoh :
Printer.Font.Name = "Verdana"
Printer.Font.Size = 14
Printer.Font.Bold = True
Printer.Print "Hello Indoprog-vb"
Menentukan orientasi pencetakkan
Anda dapat menggunakan properti Orientation untuk menentukan orientasi pencetakkan Portrait atau Landscape (1-vbPRORPortrait, 2-vbPRORLandscape).
Contoh :
Printer.Orientation = vbPRORLandscape
Mendapatkan informasi printer yang terinstalasi pada sistem
Untuk mendapatkan jumlah printer yang terinstalasi pada sistem, anda dapat menggunakan properti Count, sedangkan nama printer dapat diperoleh dengan DeviceName, dan DriverName untuk mendapatkan nama Driver. Berikut ini adalah contoh mengisi nama Device dan Driver dari printer yang terinstalasi pada sistem pada suatu ComboBox.
Contoh :
For i = 0 To Printers.Count _ 1
cboPrinters.AddItem Printers(i).DeviceName & " [" & _
Printers(i).DriverName & "]"
Next
Anda dapat juga mendapatkan informasi dengan properti Port (misalnya, LPT1:), memeriksa apakah printer tertentu dapat melakukan pencetakkan berwarna denga properti ColorMode (1-vbPRCMMonochrome or 2-vbPRCMColor).
Menentukan Printer yang akan digunakan
Jika anda tidak menentukan printer yang akan digunakan, maka printer yang akan digunakan adalah printer default pada sistem anda.
Untuk mencetak dengan menggunakan printer yang tertentu anda dapat melakukan setting printer ke printer yang bersesuaian. Contoh berikut akan menlakukan setting printer ke nomor printer tertentu berdasarkan pilihan pemakai dari ComboBox.
Contoh :
Private Sub cmdMakeCurrent_Click()
Set Printer = Printers(cboPrinters.ListIndex)
End Sub
MS SQL
A. Sejarah MS SQL Server
Pada tahun 1985, Microsoft dan IBM mengumumkan perjanjian kerjasama Jangka Panjang untuk pengembangan Sistem Operasi dan produk-produk perangkat lunak lainnya. Pengumuman ini adalah permulaan dimulainya OS/2, sebuah sistem operasi setelah masa kejayaan MS-DOS . OS/2 ini akan lebih "hebat" dan lebih "canggih" daripada MS-DOS, Ia akan mampu menangani multitasking application dengan memanfaatkan kemampuan prosessor Intel yang terbaru yaitu 80286. "That was the plan!" OS/2 secara resmi diumumkan pada bulan April 1987, dan dijanjikan akan tersedia buat end-user pada akhir tahun tersebut.
Tetapi dalam waktu yang sangat singkat setelah pengumuman perjanjian kerjasama tersebut, IBM mengumumkan peluncuran sebuah versi spesial OS/2 yang disebut OS/2 Extended Edition. Versi yang lebih powerfull ini akan menyertakan sebuah database SQL yang disebut OS/2 Database Manager. OS/2 Database Manager akan sangat berguna bagi pengembangan aplikasi yang sederhana dan kompatibel dengan DB/2 -sebuah database server milik IBM yang beroperasi pada mainframe-. OS/2 database manager juga akan menyertakan System Network Architecture (SNA) communication service, yang disebut OS/2 Communication Manager. Sebagai bagian dari System Application Architecture (SAA) -nya, IBM menjanjikan semua produk-produk tersebut dapat saling bekerjasama pada masa yang akan datang.Tetapi jika IBM mampu menawarkan sebuah solusi OS/2 yang begitu lengkap, kenapa user harus membeli produk OS/2 buatan Microsoft?.
Hal inilah yang membuat Microsoft segera mencari solusinya sendiri. Pada tahun 1986, Microsoft sudah menghasilkan 197 Juta US$ pertahun, dengan 1153 pegawai. (Sepuluh tahun kemudian, Microsoft telah mendapatkan 6 Milyar US$ dari bisnis software-nya, dengan hampir sekitar 18.000 pegawai). Produk-produk Microsoft hampir semuanya terfokus pada aplikasi desktop dengan produk utamanya adalah MS-DOS. Komputasi Client/Server pada saat itu belum menjadi fokus utama Microsoft dan industri komputer. Managemen data pada sebuah PC hanyalah menjadi sebuah fantasi pada masa itu, User biasanya hanya menggunakan Lotus 1-2-3 untuk menyimpan data. produk dBASE buatan Ashton Tate segera menjadi sangat populer setelah diluncurkan, selanjutnya Ansa Software merilis Paradox dan MicroRim dengan produk RBase -nya.
Pada tahun 1986 tersebut, Microsoft belum mempunyai produk managemen database sendiri. (Tetapi pada tahun 1992, Microsoft mendapatkan sukses yang luar biasa dari produk managamen database desktop-nya dengan Microsoft Access dan Microsoft FoxPro).
Microsoft SQL Server Desktop Engine (MSDE) 2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine.
Tetapi IBM Database Manager sangatlah berbeda dari dBASE, Paradox ataupun RBase. Produk IBM ini walaupun tidak begitu user-friendly, tetapi ia mempunyai SQL query prosessor-nya sendiri dan bekerja berdasarkan "transactions", hampir sama dengan database server yang berjalan diatas Minicomputer dan Mainframe, seperti DB/2, Oracle ataupun Informix. Microsoft membutuhkan produk Database Management System (DBMS) sekaliber ini dan membutuhkannya segera!!
Microsoft berpaling kepada Sybase, Inc. sebuah perusahaan pembuat software DBMS yang sedang "naik daun", yang merilis produk DataServer-nya pada bulan Mei 1987 untuk Sun Microsystem yang berjalan diatas UNIX. DataServer mendapatkan reputasi berkat inovasi dan kreatifitasnya dengan Stored Procedure dan Trigger serta paradigma baru dalam dunia komputasi yaitu: Client/Server.
Perjanjian kerjasama antara Microsoft dan Sybase ini adalah win-win situation. Microsoft akan mendapatkan hak khusus atas produk DataServer untuk OS/2-nya dan semua sistem operasi yang akan dikembangkan oleh Microsoft. Selain mendapatkan royalti dari Micorosft, Sybase juga akan mendapatkan "image" yang baik bagi namanya sebagai pembuat produk Managemen database pada komputer PC. Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 27 Maret 1987, oleh Jon Shirley (Presiden Microsoft) dan Mark Hoffman (Sybase Cofounder dan Presiden).
Pada dunia database PC, dBASE produksi Ashton Tate adalah produk yang paling banyak dikenal dan merupakan produk yang menguasai pasar paling besar. Untuk mendapatkan pengakuan pasar, produk baru dari Microsoft ini (yang dilesensi dari Sybase) membutuhkan "sesuatu" untuk mendapatkan pengakuan dari komunitas pengguna dBASE yang cukup besar. Salah satu cara yang sangat efektif untuk mendapatkan pengakuan tersebut adalah dengan "menggandeng" langsung pembuat dBASE, Ashton Tate.
Pada tahun 1988, sebuah produk baru DBMS diumumkan dengan nama -yang agak sedikit membingungkan- Ashton Tate/Microsoft SQL Server. Meskipun tidak terdapat pada judul produk, Sybase tetap mendapat tempat pada informasi yang menyertai produk tersebut. Produk baru ini akan menjadi jembatan bagi Sybase DataServer untuk di-port ke OS/2, yang dipasarkan oleh Ashton Tate dan Microsoft. Ashton Tate menjanjikan dBASE IV akan tersedia dalam versi Server Edition yang akan menggunakan tools-tools dBASE IV sebagai client dan SQL Server sebagai tempat menyimpan datanya. Kemampuan client/server yang baru dari produk ini akan memberikan dBASE IV lebih dari sekedar paradigma file-sharing yang selama ini dimilikinya.
Ashton-Tate, Microsoft, dan Sybase saling bekerjasama untuk membuat SQL Server yang berjalan diatas OS/2. (Ini adalah pertama kalinya nama SQL Server dipakai. Sybase kemudian merubah nama produk DataServer untuk UNIX dan VMS menjadi Sybase SQL Server. Sekarang produk Database Server Sybase dikenal dengan nama Sybase Adaptive Server).
Versi beta pertama dari Ashton-Tate/Microsoft SQL Server dirilis pada musim gugur 1988. Microsoft mematok harga yang "cukup" murah untuk versi pra-rilis ini, agar developer yang ingin mempelajari ataupun meng-evaluasi produk baru ini dapat segera menggunakannya tanpa harus mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkannya. Produk baru ini dipasarkan dengan sebuah "bundled" yang dikenal dengan nama NDK (Network Development Kit) -yang dibuat dengan Bahasa C-, yang didalamnya terdapat semua komponen software yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi client/server yang berjalan pada sebuah jaringan komputer. Terdiri dari SQL Server, Microsoft LAN Manager dan OS/2 1.0.
B. Cara upload ms SQL Database
MySQL memiliki fasilitas yang dinamakan MySQL Dump. Biasanya digunakan untuk melakukan backup pada database, atau untuk melakukan transfer data ke server. Cara termudah untuk melakukan dumping pada database MySQL anda adalah melalui phpmyadmin
Catatan kecil:
phpmyadmin adalah sebuah tools yang dibuat menggunakan PHP dan digunakan untuk mempermudah administrasi terhadap database MySQL
Pada Komputer Lokal
Dalam contoh ini, kami menggunakan phpMyAdmin 2.6.1-pl3 pada komputer lokal, langkah-langkahnya:
A. ketikkan path ke phpmyadmin pada localhost anda
B. pilih database yang ingin anda dump, Terdapat di sebelah kiri phpmyadmin
C. jika telah anda telah memilih database, maka phpmyadmin akan menampilkan tabel-tabel yang terdapat pada database tersebut.
D. klik pada bagian Export
E. Sekarang anda berada pada bagian option yang menentukan Bagaimana cara database anda akan di dump
F. Klik go
Catatan pada menu option:
Export: Pilihan bagaimana dump dari database anda akan ditampilkan. Defaultnya adalah SQL.
Jika anda akan menggunakan dump dari database untuk ditransfer ke website anda, maka gunakan SQL.
SQL option: opsi2 mengenai query apa saja yang akan digunakan pada dump database anda.
Opsi2 untuk export menggunakan SQL
Save as File: Jika anda ingin hasil dump database langsung disimpan, maka centang bagian ini pada bagian ini, anda juga dapat memilih tipe kompresi untuk dump database anda
Jika sebelumnya anda mencentang bagian save as file maka akan keluar popup window (file download).
Jika tidak, maka hasil dump dari database akan ditampilkan langsung di browser
Hasil dump yang ditampilkan di browser, sebaiknya anda copy terlebih dahulu Pada Website Anda . Login ke cpanel website anda (http://domainanda/cpanel) dengan menggunakan username dan password yang telah dikirimkan oleh Rumahweb.
Setelah login, anda dapat menggunakan phpmyadmin yang sudah terdapat pada cpanel, langkah2 nya:
A. Klik pada menu MySQL database
Jika anda belum membuat MySQL user, dan database di cpanel. Maka ikuti langkah berikut:
i. isikan username dan password untuk MySQL user
ii. Kemudian klik Add User
Catatan:
ingat baik2 username dan password yang telah anda buat, karena akan diperlukan untuk koneksi dari php ke database anda.
iii. Masukkan nama database yang ingin anda buat
iv. Tambahkan user ke database yang telah anda buat
v. klik add “user to db”
B. setelah anda masuk ke menu MySQL database, klik link untuk ke phpmyadmin
C. Kemudian pilih database yang akan anda isi dengan hasil dari MySQL dump
D. Lalu klik pada menu SQL
. Jika anda:
a. Tidak menggunakan Save as file untuk hasil dump database tadi, maka anda dapat melakukan copy (pada hasil dump di komputer lokal)
b. Lalu anda paste pada bagian Run SQL Query
c. Kemudian klik go
d. Menggunakan Save as File, maka anda tinggal meng-upload file hasil dump dari database tadi.
E. Klik browse, lalu
F. klik open
Kemudian, anda tinggal meng-klik go
Maka database anda pun selesai di upload
Pada tahun 1985, Microsoft dan IBM mengumumkan perjanjian kerjasama Jangka Panjang untuk pengembangan Sistem Operasi dan produk-produk perangkat lunak lainnya. Pengumuman ini adalah permulaan dimulainya OS/2, sebuah sistem operasi setelah masa kejayaan MS-DOS . OS/2 ini akan lebih "hebat" dan lebih "canggih" daripada MS-DOS, Ia akan mampu menangani multitasking application dengan memanfaatkan kemampuan prosessor Intel yang terbaru yaitu 80286. "That was the plan!" OS/2 secara resmi diumumkan pada bulan April 1987, dan dijanjikan akan tersedia buat end-user pada akhir tahun tersebut.
Tetapi dalam waktu yang sangat singkat setelah pengumuman perjanjian kerjasama tersebut, IBM mengumumkan peluncuran sebuah versi spesial OS/2 yang disebut OS/2 Extended Edition. Versi yang lebih powerfull ini akan menyertakan sebuah database SQL yang disebut OS/2 Database Manager. OS/2 Database Manager akan sangat berguna bagi pengembangan aplikasi yang sederhana dan kompatibel dengan DB/2 -sebuah database server milik IBM yang beroperasi pada mainframe-. OS/2 database manager juga akan menyertakan System Network Architecture (SNA) communication service, yang disebut OS/2 Communication Manager. Sebagai bagian dari System Application Architecture (SAA) -nya, IBM menjanjikan semua produk-produk tersebut dapat saling bekerjasama pada masa yang akan datang.Tetapi jika IBM mampu menawarkan sebuah solusi OS/2 yang begitu lengkap, kenapa user harus membeli produk OS/2 buatan Microsoft?.
Hal inilah yang membuat Microsoft segera mencari solusinya sendiri. Pada tahun 1986, Microsoft sudah menghasilkan 197 Juta US$ pertahun, dengan 1153 pegawai. (Sepuluh tahun kemudian, Microsoft telah mendapatkan 6 Milyar US$ dari bisnis software-nya, dengan hampir sekitar 18.000 pegawai). Produk-produk Microsoft hampir semuanya terfokus pada aplikasi desktop dengan produk utamanya adalah MS-DOS. Komputasi Client/Server pada saat itu belum menjadi fokus utama Microsoft dan industri komputer. Managemen data pada sebuah PC hanyalah menjadi sebuah fantasi pada masa itu, User biasanya hanya menggunakan Lotus 1-2-3 untuk menyimpan data. produk dBASE buatan Ashton Tate segera menjadi sangat populer setelah diluncurkan, selanjutnya Ansa Software merilis Paradox dan MicroRim dengan produk RBase -nya.
Pada tahun 1986 tersebut, Microsoft belum mempunyai produk managemen database sendiri. (Tetapi pada tahun 1992, Microsoft mendapatkan sukses yang luar biasa dari produk managamen database desktop-nya dengan Microsoft Access dan Microsoft FoxPro).
Microsoft SQL Server Desktop Engine (MSDE) 2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine.
Tetapi IBM Database Manager sangatlah berbeda dari dBASE, Paradox ataupun RBase. Produk IBM ini walaupun tidak begitu user-friendly, tetapi ia mempunyai SQL query prosessor-nya sendiri dan bekerja berdasarkan "transactions", hampir sama dengan database server yang berjalan diatas Minicomputer dan Mainframe, seperti DB/2, Oracle ataupun Informix. Microsoft membutuhkan produk Database Management System (DBMS) sekaliber ini dan membutuhkannya segera!!
Microsoft berpaling kepada Sybase, Inc. sebuah perusahaan pembuat software DBMS yang sedang "naik daun", yang merilis produk DataServer-nya pada bulan Mei 1987 untuk Sun Microsystem yang berjalan diatas UNIX. DataServer mendapatkan reputasi berkat inovasi dan kreatifitasnya dengan Stored Procedure dan Trigger serta paradigma baru dalam dunia komputasi yaitu: Client/Server.
Perjanjian kerjasama antara Microsoft dan Sybase ini adalah win-win situation. Microsoft akan mendapatkan hak khusus atas produk DataServer untuk OS/2-nya dan semua sistem operasi yang akan dikembangkan oleh Microsoft. Selain mendapatkan royalti dari Micorosft, Sybase juga akan mendapatkan "image" yang baik bagi namanya sebagai pembuat produk Managemen database pada komputer PC. Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 27 Maret 1987, oleh Jon Shirley (Presiden Microsoft) dan Mark Hoffman (Sybase Cofounder dan Presiden).
Pada dunia database PC, dBASE produksi Ashton Tate adalah produk yang paling banyak dikenal dan merupakan produk yang menguasai pasar paling besar. Untuk mendapatkan pengakuan pasar, produk baru dari Microsoft ini (yang dilesensi dari Sybase) membutuhkan "sesuatu" untuk mendapatkan pengakuan dari komunitas pengguna dBASE yang cukup besar. Salah satu cara yang sangat efektif untuk mendapatkan pengakuan tersebut adalah dengan "menggandeng" langsung pembuat dBASE, Ashton Tate.
Pada tahun 1988, sebuah produk baru DBMS diumumkan dengan nama -yang agak sedikit membingungkan- Ashton Tate/Microsoft SQL Server. Meskipun tidak terdapat pada judul produk, Sybase tetap mendapat tempat pada informasi yang menyertai produk tersebut. Produk baru ini akan menjadi jembatan bagi Sybase DataServer untuk di-port ke OS/2, yang dipasarkan oleh Ashton Tate dan Microsoft. Ashton Tate menjanjikan dBASE IV akan tersedia dalam versi Server Edition yang akan menggunakan tools-tools dBASE IV sebagai client dan SQL Server sebagai tempat menyimpan datanya. Kemampuan client/server yang baru dari produk ini akan memberikan dBASE IV lebih dari sekedar paradigma file-sharing yang selama ini dimilikinya.
Ashton-Tate, Microsoft, dan Sybase saling bekerjasama untuk membuat SQL Server yang berjalan diatas OS/2. (Ini adalah pertama kalinya nama SQL Server dipakai. Sybase kemudian merubah nama produk DataServer untuk UNIX dan VMS menjadi Sybase SQL Server. Sekarang produk Database Server Sybase dikenal dengan nama Sybase Adaptive Server).
Versi beta pertama dari Ashton-Tate/Microsoft SQL Server dirilis pada musim gugur 1988. Microsoft mematok harga yang "cukup" murah untuk versi pra-rilis ini, agar developer yang ingin mempelajari ataupun meng-evaluasi produk baru ini dapat segera menggunakannya tanpa harus mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkannya. Produk baru ini dipasarkan dengan sebuah "bundled" yang dikenal dengan nama NDK (Network Development Kit) -yang dibuat dengan Bahasa C-, yang didalamnya terdapat semua komponen software yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi client/server yang berjalan pada sebuah jaringan komputer. Terdiri dari SQL Server, Microsoft LAN Manager dan OS/2 1.0.
B. Cara upload ms SQL Database
MySQL memiliki fasilitas yang dinamakan MySQL Dump. Biasanya digunakan untuk melakukan backup pada database, atau untuk melakukan transfer data ke server. Cara termudah untuk melakukan dumping pada database MySQL anda adalah melalui phpmyadmin
Catatan kecil:
phpmyadmin adalah sebuah tools yang dibuat menggunakan PHP dan digunakan untuk mempermudah administrasi terhadap database MySQL
Pada Komputer Lokal
Dalam contoh ini, kami menggunakan phpMyAdmin 2.6.1-pl3 pada komputer lokal, langkah-langkahnya:
A. ketikkan path ke phpmyadmin pada localhost anda
B. pilih database yang ingin anda dump, Terdapat di sebelah kiri phpmyadmin
C. jika telah anda telah memilih database, maka phpmyadmin akan menampilkan tabel-tabel yang terdapat pada database tersebut.
D. klik pada bagian Export
E. Sekarang anda berada pada bagian option yang menentukan Bagaimana cara database anda akan di dump
F. Klik go
Catatan pada menu option:
Export: Pilihan bagaimana dump dari database anda akan ditampilkan. Defaultnya adalah SQL.
Jika anda akan menggunakan dump dari database untuk ditransfer ke website anda, maka gunakan SQL.
SQL option: opsi2 mengenai query apa saja yang akan digunakan pada dump database anda.
Opsi2 untuk export menggunakan SQL
Save as File: Jika anda ingin hasil dump database langsung disimpan, maka centang bagian ini pada bagian ini, anda juga dapat memilih tipe kompresi untuk dump database anda
Jika sebelumnya anda mencentang bagian save as file maka akan keluar popup window (file download).
Jika tidak, maka hasil dump dari database akan ditampilkan langsung di browser
Hasil dump yang ditampilkan di browser, sebaiknya anda copy terlebih dahulu Pada Website Anda . Login ke cpanel website anda (http://domainanda/cpanel) dengan menggunakan username dan password yang telah dikirimkan oleh Rumahweb.
Setelah login, anda dapat menggunakan phpmyadmin yang sudah terdapat pada cpanel, langkah2 nya:
A. Klik pada menu MySQL database
Jika anda belum membuat MySQL user, dan database di cpanel. Maka ikuti langkah berikut:
i. isikan username dan password untuk MySQL user
ii. Kemudian klik Add User
Catatan:
ingat baik2 username dan password yang telah anda buat, karena akan diperlukan untuk koneksi dari php ke database anda.
iii. Masukkan nama database yang ingin anda buat
iv. Tambahkan user ke database yang telah anda buat
v. klik add “user to db”
B. setelah anda masuk ke menu MySQL database, klik link untuk ke phpmyadmin
C. Kemudian pilih database yang akan anda isi dengan hasil dari MySQL dump
D. Lalu klik pada menu SQL
. Jika anda:
a. Tidak menggunakan Save as file untuk hasil dump database tadi, maka anda dapat melakukan copy (pada hasil dump di komputer lokal)
b. Lalu anda paste pada bagian Run SQL Query
c. Kemudian klik go
d. Menggunakan Save as File, maka anda tinggal meng-upload file hasil dump dari database tadi.
E. Klik browse, lalu
F. klik open
Kemudian, anda tinggal meng-klik go
Maka database anda pun selesai di upload
Langganan:
Postingan (Atom)
